Eksperimen Dua Mahasiswa UMP Mengolah Bawang Dayak (2/Habis)

Buktikan Diri Mampu Sejajar dengan Universitas Ternama

 Selasa, Tanggal 07-08-2018, jam 07:22:54
Novanita Puspa kencana dan Yuyun Meydawati saat menerima penghargaan dari panitia penyelenggara lomba, di Surabaya, beberapa waktu lalu. (TIM FOR KALTENG POS)

Eksperimen yang dilakukan dua mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP), Novanita Puspa Kencana dan Yuyun Meydawati, membuahkan prestasi. Mengalahkan universitas ternama di Pulau Jawa.

EMANUEL LIU, Palangka Raya

TIDAK terpikirkan di benak Novanita Puspa Kencana dan Yuyun Meydawati. Penelitian tentang olahan permen berbahan dasar bawang dayak, menjadikan UMP sejajar dengan universitas ternama di Indonesia, seperti UI, Unbrau, ITS, UGM, UMS, UPI, UMM, dan sederet universitas ternama lainnya.

Saat itu, mengikuti lomba karya tulis ilmiah nasional, yang diselenggarakan Galaksi Universitas Negeri Surabaya. Lomba tersebut bertemakan Optimalisasi Potensi Negeri Melalui Pemuda Indonesia yang Kreatif Guna Tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Dalam ajang tersebut, sukses meraih juara harapan I (juara IV).

“Kami melakukan presentasi dengan gugup dan cukup takut, karena berhadapan dengan universitas ternama. Saat pengumuman finalis pun, kami berada di daftar tunggu. Sehingga tidak terlalu berharap untuk masuk finalis,” kata Novanita Puspa Kencana, diamini Yuyun Meydawati, beberapa waktu lalu.

Perjuangan mereka diawali dengan adanya informasi akan diadakan lomba. Tanpa ragu, keduanya kemudian mencoba melakukan eksperimen, berdasar ilmu yang dimiliki.

Alasan memilih bawang dayak sebagai bahan olahan, dikarenakan memiliki khasiat yang besar, dan merupakan ciri khas Kalteng. Selain itu, di Palangka Raya, banyak sekali orang menjual obat tradisional. Salah satunya bawang dayak.

“Apalagi kalau di daerah-daerah, malah menjadi pokok pencarian mereka. Namun dijual dengan harga  yang sangat murah. Hal tersebutlah yang mendorong kami memilih obat tradisional jadi objek penelitian, untuk meningkatkan perekonomian,” jelasnya.

Dengan penelitian tersebut, mereka mengikuti seleksi abstrak yang diikuti universitas se-Indonesia.  Tetapi, hanya 180 abstrak yang lolos seleksi.

“Kemudian, kami menyusun KTI dan terus melakukan pembaharuan penelitian kami, dengan memperhitungkan aspek penjualan untuk meningkatkan perekonomian dari prospek bisnis,” lanjut keduanya.

Sesampainya di sana, mereka bertemu dengan 15 finalis. Hasil penelitian masing-masing universitas, dipresentasikan di depan juri yang merupakan para profesor teknik dan kimia. Bahkan, dosen lain yang bukan juri, juga ikut merasakan hasil penemuan kami itu.

Tak disangka, saat pengumuman juara, UMP mendapatkan juara harapan I, di bawah UI, UGM, dan ITS  yang meraih juara I, II, dan III. Mereka juga berhasil mengungguli Unesa dan UMM, yang berada di peringkat V dan VI.

“Ini merupakan hasil yang sangat luar biasa. Karena kami melihat, utusan dari kampus lainnya sangat bagus saat melakukan presentase di depan para juri,” beber dua sekawan itu.

Hal yang sangat membanggakan, ketika wakil gubernur Jawa Timur yang menyampaikan pengumuman, menyebut nama UMP masuk dalam jajaran universitas ternama di Indonesia.

“Dengan penemuan tersebut kami sukses membesarkan nama kampus. Kami mengharapkan pihak kampus untuk mengukuhkan penemuan ini. Harapan kami, agar UMP terus melakukan pembinaan, sehingga memiliki penerus yang dapat kembali mengharumkan nama UMP di kancah nasional,” ucapnya.(nue/ce/ram/ctk/dar)

Berita Terkait