Tingkatkan Standarisasi Layanan MKJP

BKBBN Kalteng Lakukan Sosialisasi di Gumas
 Sabtu, Tanggal 11-08-2018, jam 11:24:18
Kepala Disdalduk KB Kabupaten Gumas Isaskar (berdiri)saat membuka sosialisasi standarisasi pelayanan KB dan penggerakan KB-MKJP, di GPU Tampung Penyang, Jumat pagi (10/8).(POPY/KALTENG POS)

KUALA KURUN – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk KB) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan sosialisasi standarisasi pelayanan KB dan penggerakan KB-Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

”Sosialisasi yang kami lakukan ini untuk meningkatkan standarisasi pelayanan MKJP, baik itu implant maupun alat Intra Uterin Devices (IUD),” ucap Kabid KB pada BKKBN Perwakilan Provinsi Kalteng Uwanfrid, di GPU Tampung Penyang, Jumat pagi (10/8).

Selama ini, kata Uwanfrid, dalam memberikan pelayanan KB ke desa-desa, sering tidak sesuai standar yang ditetapkan. Terkadang, para bidan tidak menggunakan sarung tangan dan masker. “Untuk itulah dilaksanakan sosialisasi ini, dimana kami menyarankan para bidan agar dalam memberikan layanan KB, harus sesuai dengan standar yang apa yang dikeluarkan oleh BKKBN Pusat,” tuturnya.

Ia menuturkan, apabila dalam pelayanan KB tersebut tidak memenuhi standar, akan berakibat pada tidak sterilnya peralatan, sehingga pada akhirnya pasien itu akan mengalami komplikasi.

”Tapi jika sesuai standar dan sudah steril semua dalam hal pelayanan, maka akan meminimalisasi kegagalan atau komplikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdalduk Kabupaten Gumas Isaskar mengatakan, melalui sosialisasi ini akan terjadi saling pengertian antara pengambil suatu kebijakan, yakni BKKBN Kalteng dengan Disdalduk dan KB termasuk pelaksana atau bidan yang melayani.

”Saling pengertian tersebut artinya bersama-sama memberlakukan standar yang telah diisyaratkan tentang pelayanan KB. Contohnya, apabila ingin melakukan suntik KB, harus diberikan informasi terlebih dahulu dengan calon akseptor,” terangnya.

Dalam sosialisasi tersebut, tambah Isaskar, diikuti oleh 50 orang peserta, yang terdiri dari seluruh bidan di Kecamatan Kurun, dan Penyuluh Keuarga Berencana (PKB).(okt/iha/CTK)

Berita Terkait