Tidak Hanya Mewujudkan Peradilan Bersih

 Sabtu, Tanggal 25-08-2018, jam 11:37:01
Nurhayati Nasution

Memimpin lembaga peradilan bukan tugas yang mudah, apalagi selama ini untuk menjalankan tugas tersebut identik dengan laki-laki. Namun, ada hal berbeda di Pengadilan Negeri (PN) Kuala Kapuas, untuk pertama kali, lembaga tempat mencari keadilan itu diketuai seorang perempuan.

GAZALI KASMAH, KUALA KAPUAS

NURHAYATI Nasution SH MH, ia adalah perempuan pertama yang menjadi Ketua PN di Kuala Kapuas. Bahkan, saat ini satu-satunya perempuan yang menjabat sebagai Ketua PN se Kalteng. Perempuan berusia 44 tahun ini, mendapatkan amanah menjadi Ketua PN Kuala Kapuas sejak 24 Januari 2017 lalu. Sebelumnya, ia adalah wakil ketua PN di Kapuas.

Meski tidak gampang menjadi ketua PN, perempuan berkerudung ini, ternyata sudah mengambil langkah-langkah untuk menciptakan peradilan yang bersih. Hal pertama yang dilakukannya yaitu dengan membuka Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).  Kini, setelah diberlakukan PTSP, pelayanan selalu di depan, artinya tidak ada lagi yang ada dalam ruangan. Bahkan, pelayanan sudah menggunakan aplikasi. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi tindakan korupsi.

“Tidak ada lagi kendala dalam PTSP. Hasilnya, PN Kuala Kapuas ikut dalam penilaian PTSP tingkat nasional mewakili Kalteng,” ungkap Nurhayati Nasution, ketika dibincangi Kalteng Pos.

Nurhayati yang awal penempatannya di PN Sampang Madura ini menyebut, warga Kabupaten Kapuas sudah memiliki kesadaran hukum yang tinggi, dan memahami haknya. Hal itu bisa dilihat dari meningkatnya gugatan perdata.

"Kami terus ciptakan peradilan Kuala Kapuas yang bersih, dan memberikan pelayanan keadilan kepada masyarakat," tutur, perempuan kelahiran Gorontalo, pada 12 Agustus 1974 lalu.

Selain itu, tak hanya peradilan yang bersih yang diwujudkan Nurhayati. Ibu dari tiga ini juga mendorong semua pegawai di PN Kuala Kapuas untuk menjaga kebersihan, kerapian dan kenyamanan kantor. Tak sampai di situ, mungkin karena ia juga seorang ibu, nalurinya terpanggil untuk meningkatkan fasilitas.

Jadi, semenjak ia menjabat sebagai ketua PN, berbagai fasilitas disediakan dan memadai. Mulai dari ruangan sidang khusus untuk anak, toilet bagi difabel, ruang jaksa dan ruang pusbakum.(aza/ctk/nto)

Berita Terkait