Berbagi Bekal untuk Calon Generasi Emas

 Minggu, Tanggal 16-09-2018, jam 08:19:08
TERUS BERKEMBANG: Pembina Gentle Birth Family (tengah) Bidan Neny Rahmawati bersama para pangampu lainnya, membantu menjaga energi positif, saling menguatkan, dan mendoakan para calon ibu. FOTO: PROKAL

SEBUAH grup chat dibuat secara khusus oleh Neny Rahmawati. Anggota grup chat tersebut adalah klien-kliennya di Griya Bunda Sehat Balikpapan. Grup chat itu dimanfaatkan untuk memudahkan perempuan yang berprofesi sebagai bidan tersebut berkomunikasi dan mengumpulkan energi positif dengan saling dukung kepada para klien.

Sebagai bidan, Neny mengenalkan tentang gentle birth atau persalinan yang lembut di Balikpapan. Gentle birth rupanya semakin dikenal, dan banyak orang yang ingin bergabung bersama Neny untuk mendalami teknik persalinan lembut. Dari situ, dibentuklah komunitas bernama Gentle Birth Family. Anggotanya pun telah tersebar di banyak kota, terutama Kaltim.

Gentle birth artinya persalinan yang lembut. Selain sehat secara fisik, kebutuhan psikis ibu dan bayi diusahakan agar terpenuhi semaksimal mungkin. Selama ini gentle birth identik dengan water birth, padahal bisa untuk semua cara persalinan, termasuk caesar.

Gentle Birth Family adalah komunitas non-profit yang menjadi wadah berbagi dan berdiskusi seputar kehamilan dan persalinan. Para ibu dan calon ibu saling menguatkan serta mendoakan agar setiap perempuan mampu melewati sebuah rangkaian proses kehidupannya. Mulai hamil, bersalin, menyusui dan pengasuhan dengan nyaman, minim trauma dan penuh cinta. Serta melahirkan calon generasi emas yang tentunya termasuk dari serangkaian proses indah tersebut (gentle baby).

Menjembatani berbagai aspek dalam memandang kehamilan dan persalinan proses alami dan indah menjadi salah satu visi Gentlebirth Family. Ditambah juga memosisikan ilmu pengetahuan, teknologi, kearifan budaya dan spiritual secara proporsional sesuai fungsi dan perannya untuk berjalan sinergi dan saling melengkapi.

Demi terwujudnya visi yang telah ditetapkan, para pengurus atau yang akrab disebut pengampu ini meningkatkan kepedulian keluarga di Indonesia tentang pentingnya gentle birth dengan memberi akses informasi edukasi yang akurat, dukungan kepada ibu dan keluarga tentang kesehatan yang holistik. Sehingga semakin banyak ibu dan bayi yang merasakan pengalaman positif saat melahirkan dan dilahirkan.

Kendala pun sering dialami oleh para pengampu, meski bukan masuk kategori berat. “Hanya, mayoritas dari member memiliki bayi. Beberapa di antaranya cukup kesulitan untuk hadir kopi darat (kopdar) karena anak masih kecil. Namun, banyak juga yang tetap bisa hadir, meski anaknya sudah besar,” ungkap salah satu pengampu di Gentle Birth Family, Riska Fikriana.

Dirinya juga menambahkan, lingkungan yang masih percaya mitos-mitos melahirkan dan ketakutan lainnya juga menjadi tantangan bagi komunitas tersebut. Namun, banyak cerita positif yang diberikan oleh para member setelah belajar bersama di Gentle Birth Family.

“Banyak ibu yang pernah mengalami persalinan dengan trauma, kemudian ikut komunitas ini dan pada persalinan berikutnya dia bisa menikmatinya dengan minim trauma. Termasuk saya,” ungkap Riska.

Dirinya mengaku mengenal gentle birth saat bidan Neny menjadi pembicara di sebuah event. Dari situ salah satu pengampu ini mulai paham, dan ada yang tetap perlu diperjuangkan para ibu mulai awal kehamilannya. Jadi, apapun hasil akhir tersebut (normal ataupun caesar), setiap ibu perlu membekali diri.

“Saya rutin mengikuti prenatal gentle yoga sampai kehamilan 40 minggu. Tetap beraktivitas fisik, ikut kelas gentle birth, dan lainnya. Alhamdullilah persalinan saya berjalan lancar dan minim trauma,” lanjutnya.

Gentle Birth Family juga menjaga energi positif di grup member. Para pengampu dan pembina di komunitas ini berharap Gentle Birth Family semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas berkat respons positif para member. (*/ewy/*/ni/k16)

 

Berita Terkait