Mau Menikah? Sebaiknya Tuntaskan Dulu 7 Hal Ini Sebelum Akad

 Sabtu, Tanggal 06-10-2018, jam 08:24:03
Ilustrasi. (foto: net)

PERNIKAHAN biasanya menjadi tujuan akhir bagi pasangan yang sudah lama menjalin hubungan percintaan. Tak seperti saat pacaran, rumah tangga harus dipersiapkan secara matang.

Sehingga, untuk menjaga kekompakan satu sama lain, ada baiknya mendiskusikan beberapa persoalan penting sebelum menikah. Langkah ini diperlukan agar dalam membangun keluarga, Anda memiliki tujuan. Dilansir Dating Lovetoknow, Senin (1/10), ada 7 persoalan yang wajib ditanya pada pasangan ketika sebelum menikah.

1. Pertanyaan tentang Pernikahan dan Anak

Berapa anak yang Anda inginkan setelah menikah? Bagaimana Anda memberikan kedisiplinan pada anak?

Saat sebelum menikah hal ini lumrah untuk ditanyakan. Hal ini perlu diketahui sebelum akhirnya Anda justru tidak suka pada pasangan Anda tentang cara mendidik anak, ketidaksepahaman mengenai jumlah anak, hingga tujuan bersekolah. Mendiskusikan tentang anak sangat ideal ditanyakan sebelum Anda memutuskan untuk menikah.

2. Pertanyaan tentang Cara Menyelesaikan Masalah

Pertengkaran saat pacaran masih dapat diatasi dengan mudah. Karena Anda masih belum memiliki tanggung jawab satu sama lain. Sementara saat menikah masalah bukanlah lagi masalah pribadi tetapi masalah berdua. Apalagi saat menikah setiap hari Anda akan seringkali bertemu dengan pasangan Anda. Tidak mungkin kan, jika dalam satu rumah Anda hanya berdiam karena selalu beda pendapat atau sedang bertengkar. Cari tahu bagaimana cara pasangan Anda menyelesaikan masalah. Sehingga Anda tak akan kaget ketuka berumah tangga nanri.

3. Pertanyaan tentang Nilai Kekeluargaan dan Kepercayaan

Bagaimana pandangan Anda tentang kesetiaan? Mana yang penting pekerjaan atau keluarga? Apakah Anda percaya akan aturan yang diberikan seorang istri atau suami?

Sifat-sifat yang tidak ditemukan pada saat pacaran pasti akan muncul pada saat menikah. Baik sifat buruk atau tidak. Pertanyaan diatas bukan berarti Anda membatasi atau possessive, melainkan Anda harus mengetahui seberapa percaya pasangan Anda dan goals hidup berkeluarga.

4. Pertanyaan tentang Mengatur Keuangan

Bagaimana Anda mengatur keuangan? Bagaimana jika mencari pekerjaan sampingan saat mendapatkan masalah keuangan?

Masalah keluarga tak bisa lepas dari masalah keuangan. Kekompakan dalam mengatur keuangan sangat penting, agar satu sama lain masih merasa adil dan mencapai tujuan tertentu. Penyebab masalah dalam keluarga adalah jika tidak jujur dalam mengatur keuangan.

5. Pertanyaan tentang Refreshing

Apakah Anda senang travelling? Berapa sering Anda ingin travelling? Seberapa penting kamu menyediakan waktu untuk teman dan diri Anda sendiri?

Untuk meningkatkan keharmonisan dalam berkeluarga, travelling sangat dibutuhkan lho. Terkadang bicara tentang travelling selalu disalah artikan menjadi boros atau buang-buang uang. Selain itu, perlu diyakinkan kembali mengenai kapan menyediakan waktu bersama keluarga, waktu bersama teman-teman, waktu dengan diri sendiri. Kesalahpahaman bisa terjadi ketika pasangan Anda sedang asyik bertemu dengan teman-temannya.

6. Pertanyaan tentang Keluarga Masing-masing

Seberapa sering Anda ingin mengunjungi keluarga?  Bagaimana jika ada keluarga Anda yang tidak menyukai pasangan?

Memang sebuah tantangan ketika ingin memutuskan untuk menikah. Tak hanya menyatukan dua insan melainkan menyatukan dua keluarga. Tak hanya harus sepaham dengan pasangan, tetapi juga harus sepaham dengan keluarga pasangan. Untuk menghindari konflik dengan keluarga pasangan, sebaiknya didiskusikan dengan pasangan Anda sendiri mengenai keinginan keluarga masing-masing. Tentu Anda perlu mengajak kekompakan dalam menghadapi keluarga atau saat melayani keluarga masing-masing.

7. Pertanyaan tentang Menjaga Kesehatan

Apakah Anda ingin berolahraga untuk menjaga kesehatan keluarga?

Tidak semua pasangan sadar akan pentingnya kesehatan. Ada yang menyepelekan akan olahraga dan tidak menjaga makanan. Ada juga yang sudah terbiasa berolahraga dan selalu menyantap makanan yang sehat. Keduanya perlu memiliki keinginan yang kuat bahwa menjaga kesehatan itu penting. Sehingga keduanya juga dapat saling menjaga tentang makanan yang harus dikonsumsi, intensitas berolahraga, hingga jenis olahraga yang disuka (Inr/JPC/KPC)

Berita Terkait