Mengaku Mental Terganggu

 Rabu, Tanggal 10-10-2018, jam 11:34:15
Roro Fitria

SEJAK berseragam tahanan kepolisian pada Februari 2018, bulan sudah Roro Fitria merasakan dinginnya penjara. Hal itu diakui artis kontroversial ini menjadi berat, menciptakan ketidakstabilan mental mentalitas ini.

“Saya sangat tidak kuat di penjara, saya mohon,” kata Roro saat ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (10/10).

Menurut Roro, selama 8 bulan di penjara, berbagai psikis dilakukan. Mulai dari kebebasan yang terampas, hingga terlarang tidur.

“Selama 8 bulan saya tinggal di penjara itu kebebasan saya terhempas, tidak bisa sosialisasi seperti sebelumnya. Saya tidak akan mengulangi lagi karena benar-benar kapok. Sangat sering saya alami susah tidur,” papar Roro.

Oleh karena itu, Roro berharap dapat direhabilitasi untuk mengobati masalah kecanduan obatnya, sekaligus gangguan mentalnya. Nantinya, psikiater menjadi bagian dari terapi rehabilitasinya.

“Iya dalam rangka yang ada beberapa dokter yang menangani. Salah satunya karena ada gangguan yang sudah saya alami. Apalagi, saya sudah habis kena musibah kemalingan rumah. Saya juga masih berpikir gimana caranya mama sembuh,” lanjut Roro.

Berharap segera direhabilitasi, Roro mengaku yang bisa merikapi mendekatkan diri kepada Tuhan dengan perbanyak doa dan dzikir. Roro pun bernazar jika bebas dari narkotika yang menjeratnya saat ini dia akan melakukan sesuatu.

“Nazar saya ada tapi itu cukup buat saya sendiri (yang tahu). Saya memang sudah ada nazar,” tutup Roro.

Diketahui, Roro Fitria yang diberi pingsan usai dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp 1 Miliar. Roro tak kuasa disebut sebagai pengedar dan dituntut dengan tinggi. (yln/jpc/kpc)

Berita Terkait