Kodim Laksanakan Doa Bersama dan Salat Ghaib

 Kamis, Tanggal 11-10-2018, jam 02:08:01
BERIKAN DOA: Jajaran TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat di Kobar ketika menggelar acara doa bersama yang juga salat ghaib. FOTO: HMS FOR KALTENG POS

PANGKALAN BUN-Kegiatan doa bersama untuk korban bencana alam juga berlangsung di Masjid Sirajul Muhtadin, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kotawaringin Barat. Doa bersama melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah dan komponen.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Kobar, Dandim 1014/PBN, Danlanud Iskandar Pangkalan Bun, Ketua DPRD Kobar, Kepala Cabang BRI Pangkalan Bun, Ustad Ibrahim Sahid, Polres Kobar. Selain itu Persit Kodim 1014/PBN, Bhayangkari Polres Kobar, Via Agrarini Lanud Iskandar Pangkalan Bun dan kalangan pelajar

Sebelum acara doa juga dilaksanakan salat ghaib bagi korban bencana alam di Indonesia, khususnya di Palu, Donggala dan Sigi. Dalam kesempatan memberi sambutan, Dandim 1014/Pbn, Letkol Inf M Roni Sulaiman menyatakan, dalam pelaksanaan acara tersebut untuk memberikan doa kepada para korban bencana alam di Palu , Donggala dan sekitarnya.

“Kita mendoakan agar seluruh bangsa Indonesia terhindar dari segala bala bencana dan pelaksanaan doa  ini kita laksanakan seluruh Indonesia secara serentak dari Sabang sampai Merauke. Kami sangat berterimakasih kepada semua elemen yang sudah bisa hadir untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang terkena bencana,” kata Dandim.

Sementara Bupati Kobar, H Nurhidayah dalam sambutannya menyatakan, atas nama pemerintah daerah mendoakan seluruh masyarakat yang terkena musibah agar dapat tabah dan sabar sehingga bangkit kembali untuk meneruskan hidup yang lebih baik

Pemerintah daerah juga sangat berterimakasih kepada Dandim atas terselenggaranya kegiatan doa bersama. “Sehingga kita semua bisa secara bersama-sama mendoakan mereka yang terkena musibah dan  terhindar dari segala bencana yang ada di kobar.

Ustad Ibrahim Sahid, dalam tausiahnya menyampaikan bahwa negara ini berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwa kita harus punya perasaan apalagi ada saudara kita yang tertimpa musibah. “Kita harus ringan tangan untuk membantu secara ikhlas kita harus bersatu untuk memberikan doa kepada saudara kita yang meninggal supaya di ampuni segala dosanya dan yang di tinggalkan agar tabah menerimanya,” ucapnya. (hms/ang)

Berita Terkait