Rabu, Tanggal 02-05-2018, jam 09:53:26

Perlukah Perempuan Dikhitan? Ini Jawaban Ahlinya dari 3 Sisi

Perlukah Perempuan Dikhitan? Ini Jawaban Ahlinya dari 3 Sisi
ILUSTRASI

TAK seperti pada laki-laki, praktik sunat perempuan seringkali mengundang kontroversi. Ada orang tua yang merasa tidak perlu, akan tetapi secara syariat khitan justru disarankan. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyoroti ketat hal ini. WHO mengklasifikasikan sunat perempuan atau female circumcisiom sebagai sebuah prosedur yang mencakup eksisi suatu bagian genitalia ekterna wanita tanpa indikasi medis.

Khitan perempuan adalah menghilangkan bagian preputium klitoris atau katup di ujung yang menutupi klitoris. Caranya dengan mengambil kulit tersebut menggunakan teknik mencungkil sederhana dengan harum steril sekali pakai. Biasanya khitan perempuan dilakukan sejak bayi.

Pendiri 'Rumah Sunatan dr. Mahdian' atau dulu dikenal dengan nama 'Rumah Sunatan', dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS menjelaskan berbagai pentingnya sunat perempuan jika dari sisi medis, hukum, dan syariat. Sama seperti pria, selain untuk kesehatan menghilangkan kotoran yang menutupi area ujung klitoris, khitan perempuan juga sunah Nabi di dalam agama Islam.

"Sudah banyak dilakukan di beberapa negara di Afrika seperti Kamerun, Kongo, Ethiopia, Gambia, Ghana, Kenya, Mali, Nigeria dan Timur Tengah. Sementara di Asia dilakukan di Indonesia, India, Malaysia, Pakistan dan Sri Lanka," kata Mahdian sata konferensi pers bersama Rumah Sunatan dr Mahdian, Rabu (25/4).

Dari Sisi Agama

Khitan perempuan dilakukan pada kelompok agama Islam dan agama lainnya. Terkait doktrin mengenai sunat perempuan memang ada di dalam kitab-kitab rujukan yang digunakan dalam agama tersebut.

"Madzhab Asy-Syafi'i yang kebanyakan menjadi rujukan umat muslim di Indonesia bahkam memandang khitan pada laki-laki dan perempuan hukumnya wajib. Ini disampaikan ulama besar An Nawawi tahun 676 H dalam kitabnya Minhaj At-Thalibin wa Umdatu Al-Muftiin fi Al-Fiwh," kata Ustazah Aini Aryani.

Sisi Sosial

Sunat perempuan menjadi bagian penting yang harus dijalani anak perempuan atau orang tua terkait proses membesarkan seorang gadis dan mempersiapkannya hingga dewasa atau masa pernikahan. Di dalamnya juga banyak mengandung manfaat serta tidak menimbulkan bahaya apapun.

Sisi Medis dan Estetika

Banyak orang berpendapat bahwa sunat perempuan memberikan daya tarik tersendiri dari estetika. Apalagi prosedurnya sederhana. Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan, dr. Valleria, SpOG. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) tahun 2010 tentang khitan bahwa sunat perempuan harus dilakukan tenaga medis bukan yang tak punya legalitas. Prosedurnya hanya mengutamakan proses yang steril dan higienis.

"Gunakan sarung tangan. Lakukan goresan pada kulit yang menutupi kulit di ujung klitoris. Gunakan jarum steril skali pakai dari dalam ke luar tanpa melukai klitoris," kata Valleria. (ika/JPC)

 


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 15 Aug 18


Minggu, 05-08-2018 : 08:34:54
Ketekunan Niang Menghasilkan Kesuksesan

MUNGKIN tidak banyak pengusaha yang tertarik untuk bergelut pada usaha anyaman rotan. Pasalnya, selain bahan dasar rotan cukup sulit dicari, pemasarannya juga membutuhkan tenaga ek ... Read More

Sabtu, 04-08-2018 : 07:54:02
Serba Hitam dan Bunga

TAK hanya sekedar penutup aurat, busana muslimah kini hadir dalam gaya yang lebih trendi. Model kekinianpun muncul untuk mempercantik si pemakainya. Seperti yang ditampilkan l ... Read More

Sabtu, 07-07-2018 : 11:23:47
Give Away Unggah Tempat Instagramable

SEJAK terpilih sebagai Puteri Indonesia Pariwisata Tahun 2018 pada 9 Maret lalu, Wilda Octaviana Situngkir mulai menata diri. Ia juga memperdalam pengetahuan mengenai objek wisata ... Read More

Sabtu, 30-06-2018 : 11:35:52
Renungkan 4 Langkah Pencegahan Bagi Pria Sebelum Nekat Berselingkuh

PERSELINGKUHAN terjadi karena banyak faktor. Adanya peluang, hasrat, dan ketidakpuasan pada pasangan, sering dijadikan alasan. ... Read More