Selasa, Tanggal 22-05-2018, jam 05:13:52
Setelah Penutupan Tiga Lokalisasi di Kobar

Satpol PP Temukan PSK di Barak, Ngakunya Cari Pekerjaan

Satpol PP Temukan PSK di Barak, Ngakunya Cari Pekerjaan
Puluhan PSK di Kobar akhirnya dipulangkan ke daerah asalnya. Pemulangan melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai, dan disaksikan Menteri Sosial Idrus Marham, Senin lalu (14/5).(KOKO SULISTYO/KALTENG POS)

Tiga lokalisasi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) secara resmi ditutup. Bahkan, penutupan dihadiri Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham. Setelah penutupan dan pemulangan para PSK, ternyata belum sepenuhnya clear. Pasalnya, diduga masih ada sejumlah PSK yang “melarikan diri”, saat akan dipulangkan ke daerah asalnya, Senin (14/5) lalu. Bahkan ada yang ngumpet di barak.

 

KOKO SULISTYO, Pangkalan Bun

 

TERUNGKAPNYA hal itu menyusul pendataan yang dilakukan Satpol PP dan Damkar Kobar bersama TNI terhadap penghuni barak di Pangkalan Bun, Senin (21/5). Setelah didata, ditemukan dua orang PSK di sebuah barak atau kos di belakang kawasan Pangkalan Bun Park. Kedua PSK tersebut sebelumnya adalah penghuni Lokalisasi Dukuh Mola (Kalimati Baru).

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kobar Majerum Purni, kedua PSK tersebut ditemukan saat petugas gabungan mendata penghuni barak di wilayah Madurejo. Keduanya beralasan sedang mencari pekerjaan.

Dijelaskan Majerum, kedua PSK itu di luar daftar 61 orang yang telah dipulangkan pemerintah daerah melalui Pelabuhan Panglima Utar, Kumai pada 15 Mei lalu.

Atas hal itu, diduga masih banyak PSK lain di luar 61 orang yang dipulangkan, yang masih berada di Pangkalan Bun dan sekitarnya. “Kami akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, untuk menentukan tindakan atau sanksi kepada kedua PSK tersebut,” tegas Majerum Purni, Senin (21/5).

Selain itu, menurut Majerum, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kobar, untuk melakukan pendataan lebih mendalam lagi. “Kami juga meminta semua camat, lurah, dan para kepala desa serta ketua RT untuk ikut melakukan pengawasan serta melakukan pendataan terhadap warganya,” tegasnya.

Majerum juga mengakui, kendala yang dihadapi pihaknya dikarenakan kebanyakan pemilik barak yang berada di Pangkalan Bun, tidak berada di wilayah setempat. Sehingga mereka kesulitan mengetahui jumlah penghuninya.

Dalam waktu dekat ini Kesbangpolinmas Kobar juga akan mengeluarkan surat edaran kepada ketua RT, pemilik barak, hotel, dan tempat penginapan lainnya, untuk melaporkan data tamu hotel dan penghuni barak. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi, mengingat situasi saat ini yang cukup rawan.

Berdasarkan data dari dinas terkait, jumlah PSK di tiga lokasi prostitusi di Kobar ada 250 orang. Sebanyak 61 di antaranya mengikuti program pemulangan oleh pemerintah daerah. Sementara, 189 lainnya berinisiatif pulang sendiri dengan alasan malu.

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos, saat ini masih ada aktivitas prostitusi di wilayah Sungai Rengas dan beberapa tempat di Kalimati Baru, yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. 

Bahkan informasi dari masyarakat sekitar eks lokasi prostitusi Sungai Pakit, Desa Aminjaya, Kecamatan Pangkalan Banteng, PSK yang tidak ikut program pemulangan, rencananya tiga bulan ke depan akan kembali lagi ke Kobar.

"Saya dengar begitu, makanya mereka tidak mau MoU dengan pemkab dan memilih pulang sendiri," sebut salah seorang warga Pangkalan Banteng, yang tidak mau disebutkan identitasnya, kemarin. (*tyo/nto/ce/ens)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 20 Aug 18


Senin, 20-08-2018 : 08:14:59
Kota Cantik “Banjir” Harapan

Banyak cara demi mendapat masukan dan saran untuk pembangunan. Seperti memanfaatkan media sosial. Itulah yang dilakukan wali kota Palangka Raya terpilih, Fairid Naparin.

JAMIL JANUANSYAH, ... Read More

Minggu, 19-08-2018 : 08:44:31
Dapat Beasiswa S1 dari PLN, Hingga Kesempatan Jadi TNI

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi tinggi kepada bocah pemanjat tiang bendera di Silawan, perbatasan Atambua (NTT)-Timor Leste, Yohanes Gama Marchal Lau. Karena itu, pela ... Read More

Minggu, 19-08-2018 : 08:02:37
Selain Kecapi, Ada Katambung dan Baju Khas Dayak

Pembuat alat musik tradisional di Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangka Raya, semakin jaran terlihat. Tetapi, mereka masih ada. Di era serba modern, mereka tetap setia dengan alat ukir dan paha ... Read More

Sabtu, 18-08-2018 : 11:59:39
Target Luki, Bisa Masuk Delapan Besar

Tidak seperti cabang olahraga (cabor) dayung dan panahan yang menargetkan medali emas dalam Asian Games 2018. Petenis meja Kalteng yang memperkuat Indonesia di ajang ini, Muhammad Luki Purkani tak ... Read More