Senin, Tanggal 11-06-2018, jam 05:58:15

Ratusan Karyawan Mogok Kerja, Ternyata Ini Penyebabnya

Ratusan Karyawan Mogok Kerja, Ternyata Ini Penyebabnya
Karyawan PT Gemareksa dan PT SHS menggelar unjuk rasa dengan pengawalan anggota Polres Lamandau, Sabtu (9/6). (HUMAS POLRES FOR KALTENG POS)

NANGA BULIK-Kegelisahan dialami karyawan PT Gemareksa Mekarsari (GM) dan PT Satria Hupasarana (SHS) di Kabupaten Lamandau, sebab harapan untuk menerima gaji demi merayakan Lebaran, terancam pupus. Karena PT GM dan PT SHS belum memberikan gaji hingga Sabtu (9/6).

Tak pelak, Sabtu (9/6) pukul 08.00 WIB, sekitar 250 karyawan mogok kerja dan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Base Camp perusahaan tersebut. Mogok kerja karyawan dari Estate Gaharu, Estate Angsana, Estate Beringin, Estate Belian, PKS PT SHS dengan PKS PT GM.

“Jumlah karyawan yang belum dibayarkan sekitar 1.663 orang. Atau yang harus dibayarkan sekitar Rp7,4 miliar," ungkap Ketua Serikat Pekerja Mekarsari, Agarius Nahan.

Dalam aksi ini, para karyawan menyampaikan tuntutan, terkait hak masing-masing karyawan, antara lain uang gaji bulan Mei, uang lembur dan uang natura atau beras. Di mana rata-rata gaji pokok Rp2.750.555 per orang, uang beras Rp150 ribu per bulan atau Rp6.000 untuk tiap hari per orang, serta premi sesuai hasil perusahaan atas target yang dicapai.

Informasi yang didapatkan Kalteng Pos, permasalahan dipicu informasi dari kantor estate, gaji dibayarkan setengah gaji pokok, uang tunjangan beras dan uang premi. Termasuk pembayaran untuk upah UMR/K Rp110.142 per hari selama Mei, khususnya Karyawan Harian Tetap (KHT).

Informasinya, akan dibayarkan setengah karena keterbatasan saldo perusahaan yang ada, atau akan dibayarkan 50 persen dari gaji yang ada, dan dijanjikan pembayaran maksimal tanggal 25 Juni 2018.

“Termasuk yang staf, sebagian belum ada yang menerima gaji atau bayaran. Sedangkan yang diinginkan oleh karyawan dibayarkan 100 persen,” tegas Agarius Nahan.

Kesepakatan perusahaan dengan karyawan terkait gaji tersebut dibayarkan, Senin (11/6). Perusahaan menyanggupi membayarkan gaji. Kalau tidak dipenuhi, maka aksi unjuk rasa serta mogok kerja lebih besar akan terjadi. 

Berdasarkan keterangan AGM Estate PT GM dan PT SHS, Syarifullah mengatakan, permasalahan disebabkan karena keterlambatan transaksi, Jumat 8 Juni 2018 Pukul 16.00 WIB. Bank membayarkan kepada perusahaan tidak maksimal, karena tidak sesuai transaksi yang diminta perusahaan.

“Permintaan perusahaan berkisar Rp7,4 miliar, tetapi yang diberikan transfer Rp2,4 miliar,” ucapnya.

Kegiatan mogok kerja terjadi sejak Jumat (8/6) Pukul 17.00 WIB, berawal dari karyawan proses pabrik yang menghentikan kegiatan proses, setelah ada pemberitahuan dari perwakilan estate masing-masing. Karyawan menghentikan kegiatan proses timbang, proses PKS, dan menunggu keputusan yang akan disampaikan perusahaan.

Kapolres Lamandau AKBP Andika K Wiratama melalui Paur Humas Brigpol Sufriadi, membenarkan adanya aksi tersebut, dan pihak Polres Lamandau melakukan pengamanan.

“Kita (Polres Lamandau) lakukan pengamanan, agar pelaksanaan aksi ini berjalan aman dan kondusif,” ucapnya. (alh/ce/abe)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 19 Aug 18


Minggu, 19-08-2018 : 08:44:31
Dapat Beasiswa S1 dari PLN, Hingga Kesempatan Jadi TNI

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan apresiasi tinggi kepada bocah pemanjat tiang bendera di Silawan, perbatasan Atambua (NTT)-Timor Leste, Yohanes Gama Marchal Lau. Karena itu, pela ... Read More

Minggu, 19-08-2018 : 08:02:37
Selain Kecapi, Ada Katambung dan Baju Khas Dayak

Pembuat alat musik tradisional di Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangka Raya, semakin jaran terlihat. Tetapi, mereka masih ada. Di era serba modern, mereka tetap setia dengan alat ukir dan paha ... Read More

Sabtu, 18-08-2018 : 11:59:39
Target Luki, Bisa Masuk Delapan Besar

Tidak seperti cabang olahraga (cabor) dayung dan panahan yang menargetkan medali emas dalam Asian Games 2018. Petenis meja Kalteng yang memperkuat Indonesia di ajang ini, Muhammad Luki Purkani tak ... Read More

Sabtu, 18-08-2018 : 07:54:10
Kelahiran Tak Terencana, Bingung Memberi Nama

Tidak semua pasangan suami istri (pasutri) yang beruntung, bisa dikaruniai anak bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Keberuntungan itu dirasaka ... Read More