Sabtu, Tanggal 07-07-2018, jam 03:18:27

Kurang Dari 24 Jam, Lima Pembunuh Dibekuk

Share
Kurang Dari 24 Jam, Lima Pembunuh Dibekuk
Kapolres Lamandau, AKBP Andika K Wiratama (dua dari kanan) menunjukkan lima tersangka penganiayaan serta barang bukti yang diamankan, Jumat (6/7). (GALIH/KALTENG POS)

Kurang Dari 24 Jam, Lima Pembunuh Dibekuk

NANGA BULIK-Lima pelaku dugaan penganiayaan dan pembunuhan, berhasil dibekuk kurang dari 24 jam. Kerja keras dan cepat dari anggota Polres Lamandau, untuk dapat mengungkap kejadian di Desa Bukit Jaya, Kecamatan Bulik Timur, Lamandau, Rabu (4/7) pukul 23.30 WIB, patut diapresiasi.

Dugaan penganiayaan dan pembunuhan tersebut, membuat Juknawan (20) mengalami luka sabetan di bagian belakang, Eko Prasetyo (17) mengalami luka pukul, dan David (20) menderita luka sabetan di bagian wajah hingga meninggal di tempat kejadian.

“Ada dua kejadian di lokasi yang sama, yaitu penganiayaan dan pembunuhan,” ungkap Kapolres Lamandau AKBP Andika K Wiratama, didampingi Wakapolres Kompol RAS Yudhapatie, Kabagops AKP Andreas Alex, dan Kasatreskrim Iptu Angga, Jumat (6/7).

Andika melanjutkan, berkat kejelian tim Satreskrim Polres Lamandau mengolah TKP menggunakan teknologi yang ada, maka kurang 24 jam berhasil membekuk lima pelaku yakni KR (33), RA (30), AJ (19), AS (32), dan FR (18). Kelimanya ditangkap di sekitar Desa Perigi Raya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.

“Pembunuhan dilakukan oleh KR. Korban bernama David, warga Desa Karang Besi, Kecamatan Belantikan Raya. Pelaku ditembak di kaki sebelah kiri,” tegas Andika.

Untuk dugaan pengeroyokan dilakukan empat pelaku RA, AJ, AS, dan FR. Korban bernama Juknawan dan Eko Prasetyo. Jadi, ada dua kasus di lokasi yang sama.

Kejadian bermula saat acara sunatan di Desa Bukit Jaya. Kedua kelompok hadir dan menikmati acara yang diiringi music. Karena diduga dipengaruhi miras, terjadilah senggolan dan berujung cekcok. Lalu, setelah acara berakhir, korban nongkrong di tempat biliar.

Korban didatangi pelaku yang membawa perlengkapan untuk menyerang korban. Kelima pelaku memiliki peran berbeda. Empat mengeroyok, sedangkan KR membunuh korban hingga meninggal dunia.

"Barang bukti (BB) diamankan, yakni; parang, pisau kecil, kawat, dan kayu yang digunakan untuk menganiaya korban," bebernya.

Para pelaku adalah pekerja instalasi listrik dan dua hari berada di desa tersebut. Setelah melakukan aksinya, pelaku membuang barang bukti dan melarikan diri. Dengan adanya kejadian ini, Kapolres mewanti-wanti kepada masyarakat, untuk tidak mengonsumsi miras. Karena akan menghilangkan akal sehat.

BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 20 Sep 18


Kamis, 20-09-2018 : 07:00:57
Pengedar Narkoba Diringkus, Digeledah, Ini Barang Buktinya

SUKAMARA- Polres Sukamara berhasil meringkus seorang pria terduga pengedar narkoba. Pelaku berinisial AN (44) itu disergap petugas ketika mengendara sepeda motor dan melintas di kawasan pelabuhan, ... Read More

Kamis, 20-09-2018 : 06:11:12
TERUNGKAP ! Penusukan Hingga Korban Tewas di Depan Panggung Dangdut karena Dendam

KUALA KAPUAS- Kepolisian Polres Kapuas menjabarkan kasus tewasnya Hendra saat pentas dangdut di Desa Tarantang, beberapa waktu lalu. Dari tiga orang yang diamankan sebelumnya, peny ... Read More

Rabu, 19-09-2018 : 07:32:37
Warga Resah ! Tuding Mantan Kades Jadi Biang Kerok

PANGKALAN BUN–Puluhan warga Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng sedang gelisah. Sebab, sawit yang mereka tanam dan tumbuh subur sejak 2007 sampai sekarang, belum juga mendapat lega ... Read More

Rabu, 19-09-2018 : 07:06:28
Remaja Tikam Remaja, Ini Motifnya

Minuman keras (miras) kembali menjadi biang kerok keributan. Buktinya belum lama ini, seorang remaja berinisial Yos (16) dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi perut berlubang akibat meminta uang ... Read More