Rabu, Tanggal 11-07-2018, jam 07:09:09
Ketika Pengunjung Taman Kota Dilarang Membawa Hewan Piaraan

Komunitas Paralel Keberatan, Ajak Dinas Perkim Mediasi

Komunitas  Paralel Keberatan, Ajak Dinas Perkim Mediasi
Pemko memasang larangan pengunjung membawa hewan piaraan, seperti dipasang di Taman Pasuk Kameluh, Selasa (10/7). (DENAR / KALTENG POS)

Kejadian Rizky Ahmad sang pawang dan pecinta ular dipatuk King Cobra, mendapat respons dari pemerintah. Apalagi, kejadiannya di Bundaran Besar Palangka Raya, saat banyak warga menikmati Sunday Morning alais sunmor.

 

HERMAWAN, Palangka Raya

 

PEMERINTAH Kota Palangka Raya akhirnya melarang melarang segala jenis hewan piaraan dibawa ke taman kota. Dinas Perumahandan Kawasan Permukiman (Disperkim) Palangka Raya, sejak kemarin memasang pengumuman di sejumlah taman kota.

Merasa ada yang kurang nyaman dengan keputusan tersebut, Komunitas Palangka Raya Amphibian and Reptile Lover (Pararel) menyampaikan keberatan ke Disperkim. Tetapi, tidak anarkis. Memilih jalur komunikasi alias negosiasi.

“Kami sampaikan ke dinas terkait meminta untuk mediasi. Karena keputusan yang mereka ambil hanya sepihak tanpa koordinasi dengan para komunitas maupun BKSDA,” ungkap salah satu pengurus Komunitas Paralel, Fikry kepada Kalteng Pos, Selasa (10/7).

Mereka merasa dampak dari keputusan tersebut tidak hanya akan berdampak pada Komunitas Pararel. Tetapi juga ke komunitas pencinta hewan lainnya, dan juga masyarakat independen yang sering mengajak hewan peliharaannya jalan-jalan ke taman.

“Sebenarnya kaget tadi pagi (kemarin) lihat kabar larangan itu. Kawan-kawan komunitas banyak juga yang nggak terima. Kami bersama beberapa komunitas lainnya juga berencana untuk diskusi kecil-kecilan dalam waktu dekat ini untuk membahas larangan ini,” ucap dia.

Melalui mediasi, nantinya mereka berharap bisa mendapatkan penjelasanya terkait larangan tersebut. Mereka sudah bertahun-tahun melakukan edukasi dan sosialisasi, harus gigit jari. Setelah ada kejadian pecinta ular digigit king cobra di Bundaran Besar, mereka merasa terkena imbasnya.

“Kita ingin tidak langsung dipublish, paling nggak ada koordinasi dan meminta masukan dulu. Apalagi jika nanti sampai ke luar Perda akan lebih repot lagi nantinya. Setahu saya pun di Indonesia baru di sini ada imbauan larangan seperti ini,” ucapnya.

Ia menegaskan, hampir semua komunitas hewan bermitra dengan BKSDA dan juga Dinas Kehutanan. Mereka yang akrab dengan berbagai jenis ular, biawak, kura-kura, cicak dan lainnya selalu mengutamakan keamanan saat bersama hewan peliharaannya.

“Teman-teman yang memiliki venom pun selalu memakai kandang saat di taman maupun bundaran besar. Ular dibiarkan di dalam kotak dan hanya untuk demo memperkenalkan ke masyarakat jenis hewan yang berbisa,” ucap dia.

Bahkan, lanjut dia, anggota komunitas yang sudah expert menangani ular masih main aman dengan menggunakan tongkat dan kaca mata. Membuktikan untuk hewan-hewan berbahaya harus selalu waspada dan tidak boleh lengah. (*)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 22 Jul 18


Sabtu, 21-07-2018 : 10:47:03
Menanti Kemampuan Menahan Diri

Kok tiba-tiba jadi panas begini? Dag-dig-dug begini? Presiden Donald Trump tiba-tiba saja bicara: lewat saja bandara Amerika Serikat. Yang mana saja. Boleh Houston. Boleh Dallas. Boleh San Diego. B ... Read More

Jum`at, 20-07-2018 : 02:23:19
Bermuara ke Yang Besar Juga

Muara persewaan sepeda ini akhirnya konglomerat juga. Tapi lihatlah riwayat lahirnya: lima mahasiswa punya hobi yang sama: bersepeda. Mereka pun membuat klub sepeda. Di Beijing.

Mereka me ... Read More

Kamis, 19-07-2018 : 03:23:56
Transfer Caleg Jelang Final Piala Dunia

INI bukan sepak bola. Yang tiap menjelang musim kompetisi terjadi transfer pemain. Klub kuat mengincar-incar: di klub mana ada ... Read More

Selasa, 17-07-2018 : 01:15:32
Speaker Dewan Rakyat dari Rayuan

Roda itu, meski lagi berputar ke bawah, tetaplah roda. Najib Razak sejak kemarin kembali berputar: dilantik menjadi anggota DPR. Dari dapilnya di Pahang. Pelantikan 222 anggota DPR itu dimulai deng ... Read More