Minggu, Tanggal 22-07-2018, jam 09:06:36

Menurut Pengamat Politik, Sosok dan Warna Partai Ini yang akan Mendominasi di Pileg 2019

Menurut Pengamat Politik, Sosok dan Warna Partai Ini yang akan Mendominasi di Pileg 2019
Jhon Retei Alfrisandi

PALANGKA RAYA-  Pengamat politik Kalteng Jhon Retei Alfrisandi menilai, pileg 2014 akan menghasilkan komposisi caleg yang ada di tingkat provinsi tidak banyak bergeser. Masyarakat Kalteng trennya masih melihat pada nama partai besar dan sosok di partai tersebut. begitu juga di tingkat kota.

“Kalau kami lihat, hasil pileg 2014, dengan yang nanti 2019 tidak akan banyak bergeser untuk Kalteng. Artinya, masih fanatisme kepada partai kemudian sosok caleg,” jelas Jhon kepada Kalteng Pos, Sabtu (21/7).

Dia mengungkapkan, jumlah caleg yang berkompetisi cukup banyak untuk merebutkan kursi-kursi yang ada di DPRD. Sementara di bilik suara, masyarakat hanya memiliki waktu sedikit untuk mencoblos, sehingga masyarakat lebih cenderung melihat nama partai dari pada figur caleg.

“Juga bergantung dari caleg mempolulerkan dirinya ke publik terkait nomor urut dan dirinya. Bagaimana caleg mengarahkan masyarakat untuk memilih dirinya. Sehingga ketika di bilik suara, masyarakat langsung mencari nomor dan figurnya,” terang dia.

Dikatakannya, melihat pada tren 2014, tokoh-tokoh politik lama juga kemungkinan bertahan dan tidak banyak bergeser. Selain sudah berpengalaman, juga tokoh lama cenderung sudah menjadi anggota legislatif beberapa periode.

Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitsa Palangka Raya ini memprediksikan, pileg 2019 kemungkinan warna partai yang mendominasi berubah. Jika 2014, warna yang cukup mendominasi adalah warna merah, maka 2019 warna akan dominan ke arah kuning.

“Kalteng untuk 2019, konfigurasi politiknya gak berbeda. 2014 itu nuansa merah cukup kental, saat ini pergeseran rezim juga kemungkinan akan menggeser tren kepada parpol tertentu. Jadi, tahun 2019 nanti, kemungkinan besar bergesernya ke arah kuning,” ungkap dia.

Dia menjelaskan, hal tersebut wajar terjadi karena itu merupakan salah satu proses demokrasi dan sirkulasi kekuasaan. Selain itu, tren di masyarakat Kalteng juga berkembang, ditambah lagi dari 11 pilkada bebrapa waktu lalu, kuning cukup terlihat.

“Hasil pilkada mungkin sangat mewarnai kecenderungan itu,” jelas dia.

Sementara itu, sambung Jhon Retei, potensi parta-patai baru dan caleg dari partai baru untuk Kalteng masih dinilai tidak akan mengubah konfigurasi yang ada. Sebab, partai-partai baru itu sangat dipengaruhi oleh tokoh sentral.

 “Beberapa partai baru itu secara nasional berhasil pembentukan opini di masyarakat. Seperti Perindo melalui Hari Tanoe. Sementara partai lain tidak terlalu gencar eksitensi tokohnya. Tren itu dipengaruhi peran pemasaran partai melalui media dan lain-lain sehingga membentuk mindset publik. Dulu, Nasdem kan berhasil membentuk seperti itu,” jelas dia.

Untuk itu, tinggal bagaimana caleg partai baru bertarung dengan caleg dari partai besar dan partai lama. Jika memilki strategi jitu, peluang untuk mendapat kursi di DPRD juga terbuka.

“Partai yang baru ini, tidak terlalu banyak menggeser. Kecuali mereka mempunyai strategi jitu memunculkan (memenangkan) calegnya dari figur yang memiliki populatiras yang tinggi,” urai dia. (ari/uni/abe)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 18 Aug 18


Sabtu, 18-08-2018 : 12:37:43
Wow…! Serba Paling di Asian Games 2018

STADION Utama Gelora Bung Karno, Jakarta bakal menjadi perhatian dunia, saat  Read More

Sabtu, 18-08-2018 : 08:29:45
Lanjutkan Perjuangan dari Pejuang Terdahulu

PALANGKA RAYA-Upacara memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di Lapangan Sanaman Mantikei, kemarin (17/8). Wakil Gubernur Kalteng Habib Said Ismail didapuk m ... Read More

Sabtu, 18-08-2018 : 08:24:04
Ruko Berkobar, Anak Tergores Kaca saat Selamatkan Barang

PANGKALAN BUN-Malam yang tenang di Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) dalam sekejap berubah menjadi kepanikan. Penyebabnya, sebuah ruko tiga pintu di Jalan Pati Suradilaga tiba-tiba saj ... Read More

Sabtu, 18-08-2018 : 08:02:40
Kabel Parabola Buat Gantung Diri. Alasannya Sepele

SAMPIT-Entah apa yang ada dalam benak MF. Pemuda berusia 27 tahun itu, memilih mengakhiri hidup lebih cepat. Kabel parabola yang ada di dapur rumah, dipakai sebagai sarana untuk ga ... Read More