Minggu, Tanggal 22-07-2018, jam 09:14:50
Upaya Melestarikan Budaya Melalui Festival Kampung Buntoi (3/Habis)

Belajar Kesenian di 38 Negara, Indonesia Terkaya

Belajar Kesenian di 38 Negara, Indonesia Terkaya
Didik Nini Thowok saat tampil pada Festival Kampung Buntoi 2018, beberapa hari lalu. (BADAR/KALTENG POS)

Kecintaan Didik Hadiprayitno atau Didik Nini Thowok terhadap dunia tari, mendorong rasa keingintahuannya terhadap kesenian dari negara lain. Siapa kira, diusianya yang sudah 64 tahun itu, Didik sudah mengelilingi 38 negara.

 

BADAR, Palangka Raya

=======================-

 

AWAL 2018 lalu, Didik berkunjung ke Amerika Serikat. Ia diundang oleh suatu kelompok kesenian di sana terkait diplomasi budaya. Hanya dua orang perwakilan Indonesia. Dirinya dan salah satu rekannya.

Dalam pertemuan itu, membahas tentang kesenian dan budaya. Di mana, kesenian dan budaya dinilai sebagai sesuatu yang sangat berharga pada suatu negara.

Didik mengatakan, dari 38 negara yang sudah dikunjungi, Indonesia adalah negara paling kaya seni dan budayanya. Keberagaman seni dan dan budaya Indonesia tidak dimiliki negara lain.

“Bayangkan, di Indonesia itu negaranya sangat luas. Sukunya banyak sekali. Dalam satu daerah contohnya di Kalimantan Tengah (Kalteng) saja, itu kesenian dan budayanya berbeda-beda. Negara kita ini adalah negara yang paling kaya seni dan budaya,” kata Didik ketika berbincang-bincang dengan Kalteng Pos, beberapa waktu lalu.

Harusnya, lanjut dia, sebagai warga negara Indonesia patut berbangsa. Karena memiliki seni dan budaya yang beragam.

“Perbedaan seni dan budaya ini harusnya bukan menjadikan kita malah terpecah belah. Harusnya perbedaan ini kita pandang sebagai anugerah yang indah,” ujar dia.

Didik mengungkapkan, hanya orang-orang yang tidak memiliki akal sehat yang suka memperuncing perbedaan. Padahal, semuanya diciptakan Tuhan Yang Maha Esa, berbeda.

“Tetapi kenapa perbedaan ini sering kali dijadikan alasan untuk saling bertikai dan bermusuhan?” ungkap Didik.

Menurutnya, melestarikan seni dan budaya itu sangat penting. Karena, seni dan budaya itu bisa menyatukan.

“Contoh seperti kegiatan Festival Kampung Buntoi. Ada bermacam-macam tarian dari masyarakat Kalimantan. Tetapi, meskipun tari-tariannya berbeda semua bisa bersatu dalam suatu acara,” beber dia.

Menari itu berbagai macam tujuannya. Ada untuk hiburan dan ada untuk ritual adat, atau tarian yang memang harus ditampilkan pada suatu acara-acara tertentu.

“Dalam setiap menari juga tentu ada hal-hal khusus yang tersirat. Menari itu yang paling penting penjiwaannya. Karena kalau masalah gerakan itu gampang saja,” ucap Didik.

Didik mengingatkan jangan sesekali melupakan kearifan lokal. Seni dan budaya harus dijadikan sebagai salah satu indentitas diri.“Karena bangsa yang besar itu adalah bangsa yang menghargai perbedaan,” tegas dia.

Pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam mendukung pelestarian seni dan budaya. Agar, pengaruh budaya luar tidak mudah masuk dan membuat generasi penerus menjadi merosot mentalnya dan lupa akan identitas dirinya sebagai warga negara Indonesia.

“Jangan tinggalkan seni dan budaya. Jangan tinggalkan kearifan lokal. Lestarikan semua itu karena seni dan budaya sangat berharga,” tandasnya. (*/abe)


BERITA Terkait
Berita terkini Kalteng Pos Online 18 Aug 18


Sabtu, 18-08-2018 : 12:37:43
Wow…! Serba Paling di Asian Games 2018

STADION Utama Gelora Bung Karno, Jakarta bakal menjadi perhatian dunia, saat  Read More

Sabtu, 18-08-2018 : 08:29:45
Lanjutkan Perjuangan dari Pejuang Terdahulu

PALANGKA RAYA-Upacara memperingati HUT ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di Lapangan Sanaman Mantikei, kemarin (17/8). Wakil Gubernur Kalteng Habib Said Ismail didapuk m ... Read More

Sabtu, 18-08-2018 : 08:24:04
Ruko Berkobar, Anak Tergores Kaca saat Selamatkan Barang

PANGKALAN BUN-Malam yang tenang di Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan (Arsel) dalam sekejap berubah menjadi kepanikan. Penyebabnya, sebuah ruko tiga pintu di Jalan Pati Suradilaga tiba-tiba saj ... Read More

Sabtu, 18-08-2018 : 08:02:40
Kabel Parabola Buat Gantung Diri. Alasannya Sepele

SAMPIT-Entah apa yang ada dalam benak MF. Pemuda berusia 27 tahun itu, memilih mengakhiri hidup lebih cepat. Kabel parabola yang ada di dapur rumah, dipakai sebagai sarana untuk ga ... Read More